Logo Spektakel

Home > Sorotan > Komunitas >

Legenda Panggung Dangdut: Pakde Ngemut Rokok

Legenda Panggung Dangdut: Pakde Ngemut Rokok

Asiknya konser dangdut bisa bikin yang datang lupa daratan. Tak jarang, dari goyang berujung baku hantam. Dan di tiap situasi genting itu, hampir pasti ada sosok pakde-pakde yang siap nan sigap melerai. Siapa mereka? Apa fungsinya? Bagaimana polanya?

Sebagai alumnus dangdutan THR Sriwedari yang sempat menyaksikan Via Vallen/Nella Kharisma dengan tarif hanya Rp15.000, saya tahu insinden kelahi bukan hal yang asing. Namun, setiap kali itu terjadi ada satu hal yang terus berulang: kehadiran sosok pakde-pakde ngemut rokok di kerumunan.

Penasaran, saya lantas jadi memerhatikan. Berdasarkan riset kecil-kecilan, akhirnya saya mendapati hipotesis bahwa sosok pakde-pakde ngemut rokok ini punya peran penting dalam menjaga stabilitas massa di gelaran konser dangdut. Beliau-beliau inilah yang memegang kendali sebagai bentuk antisipasi huru-hara.

Kerusuhan saat konser dangdut tak pandang bulu. Tidak jarang, si empunya hajatan jadi ikut terseret dalam ribut-ribut yang sering tak jelas juntrungannya. (Sumber: https://youtu.be/jAJpsUAxZfo)

Di gambar ini contohnya. Meski terlihat agak menjauh dari kerumunan. Namun pakde yang satu ini tetap awas matanya ketika mengincar biang keributan. Langsung pegang, langsung amankan. Yang bersangkutan jeli memecah kerumunan, baru kemudian dibantu oleh aparat. Andai dia tidak datang, besar kemungkinan insiden in akan membesar karena dari kedua pihak tidak ada inisiatif melerai.

Sementara itu di konser yang lain, sosok pakde-pakde ngemut rokok kembali melerai insiden baku hantam. Pakde melakukan pengamanan dengan pendekatan santai dan tidak grasa-grusu. Polanya hampir sama: memindai kericuhan, lalu bergerak cepat ketika sudah mulai pecah. Yang saya salut dari pakde satu ini adalah pendekatannya yang jauh dari ketegori represif. Si biang rusuh dirangkul, dipeluk, dan diajak ngobrol pelan-pelan. Terbukti metode ini efektif meredam kerusuhan.

Penyebab keributan bisa bermacam-macam. Entah itu mabuk, salah senggol, hingga perkara berebut biduan bisa jadi pemicu huru-hara dalam konser-konser dangdut. (Sumber: https://youtu.be/v0wljaNsv4A)

Biarpun goyangan pakde-pakde ngemut rokok ini sering kalah lentur dibanding tentara poco-poco atau goyang maumere saat HUT TNI, tapi kapasitas beliau-beliau dalam hal kejelian membaca situasi dan ketegasan mengambil tindakan jangan diragukan lagi. Mereka biasanya dengan tenang dan kalem mengamati lalu menindak tegas di momen yang tepat. Prinsipnya: mendhem keno, sing penting ojo do jotos-jotosan yo mas yo.

Setelan dan potongan mereka sering nampak santai. Hanya berbalut kemeja dan celana panjang. Tapi respons sigap, layaknya jendral bintang tiga. Tidak perlu grasa-grusu, cukup tangkap dan pegang. Para pakde ngemut rokok di konser dangdut ini berjasa untuk tidak membuat kericuhan anak-anak muda di konser dangdut tak semakin meluas. Meski demikian, jarang sekali pakde-pakde ini melakukan tindak represif. Tapi rokok tak lupa tetap diemut sebagai penanda situasi tetap aman terkendali. All clear, all safe

Jika ribut-ribut mulai terjadi, sosok-sosok pakde ngemut rokok ini dengan sigap dan tenang menandai si biang rusuh dan langsung memisahkan kubu yang berseteru. (Sumber: https://youtu.be/zQ9EzIQhFP0)

Sebab-musabab kericuhan kadang tidak jelas. Kubu yang bersiteru juga sering abu-abu. Yang pasti, di momen seperti ini cuma satu: Pakde-pakde ngemut rokok sigap menetralisir suasana. Semua mesti kondusif!

Ngomong-ngomong soal ricuh konser dangdut, ini dia salah satu yang paling seru yang kami temukan.


Tulisan ini disadur dari thread Twitter Bryan Barcelona dengan beberapa penyesuaian demi keterbacaannya sebagai artikel.